*47 Hari Kisah ku *

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS



Kejenuhan sering membuatku kesepian hingga tiba saatnya aku berfikir untuk mencari teman baru dalam dunia maya.
esok hari tanpa berfikir panjang aku membuat sebuah akun palsu ,namun upaya itu aku lakukan hanya karna aku tidak mau ketahuan oleh pihak sekolah karna aku tlah memasuki tingkat terakhir di sekolah,
nama ku Killa aku adalah seorang murid sekolah negri terkenal di kota Bandung ,aku yang seorang diri dirumah sering merasa jenuh dan boring gitu, kata anak jaman sekarang,hahahah :D
aku punya banyak teman tapi aku tak punya seorang kekasih maka tiap saat teman teman jalan dengan pasangannya mau ga mau aku harus diam dirumah itu keputusanku ,dari pada aku jadi obat nyamuk diantara teman temanku ,membosankan bukan...,
Hingga saatnya aku mengurus akun palsu ku setiap saat ada waktu kosong,pertumbuhannya sangat cepat dalam satu bulan aku sudah mendapatkan 1.389 orang teman,mengasikan bukan saat itulah aku mulai melupakan rasa jenuhku dan mulai merasa senang karna,,,....
Setiap harinya ada saja yang mengirimkan inbox ke akun ku ,minta kenalan lah ,nanya macam macam lah dan tak jarang ada yang minta ketemuan serta minta nomer ponsel atau minta pin BB gitu,yah aku pun mulai kebingungan dan kewalahan kadang kadang jengkel juga,dan aku putuskan untuk menyeleksinya satu persatu,,,hahhaha
Pada saat malam hari muncul sebuah inbox yang berasal dari sebuah akun yang bernama Septian Fajar ,dia berulang kali inbox tapi tak ku hiraukan kecuali malam itu dalam inboxnya dia mengajak ku berkenalan ,awalnya aku merasa canggung masalahnya dia memakai bahasa inggris ,maklumlah aku tidak ahli dalam berbahasa inggris,hahaha...tapi lama lama jadi asik dan selalu ada saja tingkah dia yang membuat aku tertawa,terpesona dan merindukannya...hmmmmm
Setelah berkenalan cukup lama dengan dirinya rasanya kesepian kalau ga ada dia walau banyak message yang bermunculan di ponsel ku,
hingga tiba saatnya setelah rasa itu mulai tajam dirasakan aku dan dia,dia akhirnya mengatakan perasaannya pada ku tanpa berpikir panjang aku pun menanggapinyanya dan mau menjadi kekesihnya,sungguh teramat bahagia...hahahhaa,,
Aku berkata dalam hati ,”Oh Tuhan izinkan aku lebih lama bersamanya.”...kemudian dia pun menelepon ku ,Septian ,”hai sayang met malam,kammu lagi ngapain”,katanya”,lalu aku menjawab”aku lagi ngerjain PR nich J”..sahut Septian “ohh,,ya udah kerjain aja dulu ya yang :-*”,kemudian aku kembali berkata,”iyah J”,lalu Dia jawab ,”okeh nanti kalau udah message ya ntar aku telepon lagii,,muuuaaacchh..bye.. love you”,jawab aku”Sipp dehh,bye,,love you too J”,
Beberapa saat kemudian dia kembali menelepon dan kami mengobrol cukup lama hingga lupa waktu dan hinggA saat ini aku masih ingat sekali sepenggal lirik lagu yg sering dia nyanyi kan padaku begini bunyinya “Hidup tanpa kamu ,berjumpa dengan muu oohh,biar ku nyatakan pada dirimu bahwa aku sayang padamu”,sepenggal lirik itu membuat hubungan kami semAkin romantiiss,,hhaha,,capcuscin,,zzzz...
Cinta kami tumbuh semakin nyata ,hari demi hari cintaku bertambah rasanya tak mau kehilangan sosoknya terlebih cintanya...
Setiap hari tak pernah terputus komunikasi antara aku dan dia,namun ada saatnya aku kecewa menangis dalam hati terpukul ,bertanya tanya mengapa dia tak membalas mesagge dan tidak menjawab teleponku.. L,,
Sedih yang ku rasa apakah sampai segitunya sesibuknya dia sampai tidak bisa membalas ataupun menjawab teleponku...terus merapi hal ini pikiran negatif pun mulai tersirat namun cintaku lebih besar dan kembali memaafkannya,,
Beberapa hari kemudian tepatnya ke-46 hari berpacaran ,namun entah mengapa ada firasat ga enak saat melihat ada message dari dia,
Yahh biasa message orang pacaran tapi kok rasanya aneh ada satu hal yang ingin dia sampaikan tapi dia ga berani bilang,aku pun kembali membujuknya untuk bilang apa yang mau disampaikan...
Aku berkata”ada apa sich yang,ngmng aja?,atau jangan bilang kamu mau putusin aku yah?? L”,Dia menjawab,”ga kok yang ,udah kamu belajar aja dulu”,Sahutku penasaran”Ga ah ,aku ga bakal tenang ,ada apa sich ?ada apa?aku salah ya?aku minta maaf ya?maafin aku L”,kata dia “sebenarnya lebih tepatnya lagi aku bukan mau putus tapi mau kita break aja dulu,sambil aku atur jadwal aku,biar bisa bagi waktu buat kamu ga kaya kemarin kemarin,tapi aaku mau kamu yang milih kita mau “putus atau break”,??,”,Terkejut tentu tapi apa daya ku aku dihadapkan diantara pilihan yang sulit,tadinya aku mau milih bertahan dan nunggu dia tapi setelah dia bilang waktu dia tour dia pedekate sama temannya dan dia ga bisa nentuin aku atau dirinya yang lebih baik,
Dari sanalah keesokan harinya tepatnya hari ke-47 aku mengambil keputusan untuk melepasnya alias putus karena tak ada lagi yang perlu di pertahankan, cintanya saja sudah terbagi untuk apa aku bertahan dalam kesakitan,namun dia berkata “kamu mau lepas aku begitu saja”,jawabku”yah bukan begitu tapi ini udah keputusan yang terbaik untuk aku dan kamu!”,
Dari sana berakhirlah kisah cintaku tapi hingga saat ini cinta ku tetap bersemi dalam hatiku walau harus menelan kepedihan mendalam...
       END...

Julyani 

Benci Jadi Cinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS

    Namaku Ardi, aku siswa disalah satu  SMA dikota Cirebon. Aku mempunya adik perempuan yang bernama Chika, sekarang ia baru kelas lima SD. Setiap hari aku selalu pergi dan pulang sekolah bersama Chika karena sekolah kami sama. Namun kadang aku harus menunggunya pulang karena dia harus mengikuti pelajaran tambahan ya... karena aku sayang adik jadi aku rela deh nungguin dia tapi aku sebel juga sih soalnya teman sekelas aku juga nungguin adiknya, jadi kita nungguin bareng deh. Hmmm... sumpah ya anaknya yebelin banget! Namanya Tia, dia itu tomboi, sombong, nyebelin, suka pamer, so cantik, cerewet, gak tau sopan santun pokoknya nyebelin benget deh anaknya. Tapi yang paling nyebelin tuh waktu si Tia ngedeketin adik aku.
“Eh... kamu adiknya Ardi ya?” tanya Tia ke adikku.
“Ia, emang napa?”
“Gak apa-apa sih Cuma nanya doang kok.. Ardi kalo dirumah suka main sama siapa?”
“Sama aku, hmmm...” Chika berfikir, “Tapi kadang temennya main kerumah juga sih”
“Oh, kalo main biasanya ngapain?”
“Kalo main sama aku biasanya main boneka Barbie soalnya aku suka sama boneka. Kalo sama temennya paling main games”
“Hah... Ardi main boneka Barbie?”
Gara-gara itu aku suka diejekin sama Tia “cwok jadi-jadian” soalnya akukan cwok masa main boneka sih (meskipun bener tapi itukan karena aku sayang adik)... dan karena mulutnya yang gak bisa dijaga setiap detik dia selalu ngejek aku.
“Ardi... ardi... main barbie yuks”
“Heh... diem kamu!” aku sangat kesal dengan semua ini.
“Ih... takc....yut... deh...” Tia naik keatas kursi “temen-temen main boneka yuks sama Ardi” otomatis sorak-sorai temen-temen sekelas mewarnai.
“Ya ampun Ar, kamu malu-maluin derajat cwok aja sih” teriak Anto, teman sekelasku.
“Tapi kalo dia main boneka cocok juga kok sama mukanya” Dea memandang wajahku, Dea adalah teman sekelasku “Bulu mata yang lentik, kulit putih, tinggi, langsing, punya sikap dan sifat yang lembut hmmm.... cocoklah ya kalo jadi cewek”
“Kalo kamu cewek aku mau dong jadi pacar kamu hehehe.....” teriak Erick.
Aku langsung pergi ke kamar mandi (bukannya nyali aku kecil ngadepin mereka aku Cuma takut masuk ruang BP). Aku mencoba meredam amarahku.
***
Karena aku tak pernah menanggapi ejekan anak-anak perlahan-lahan anak-anak udah gak ngejekin aku lagi, tapi Tia masih ngejekin aku. setiap pagi, istirahat, maupun pulang sekolah dia selalu menghampiri aku dan mengucapkan “Hay..... mau main boneka Barbie?” lama kelamaan aku merasa geram juga. Amarahku ada batasnya dan dia berada di tingkat yang paling atas. Hingga aku memutuskan pulang sekolah nanti aku akan menunggunya di gerbang dan membicarakan semua kekesalanku.
Setelah aku menunggunya lumayan lama  akhirnya dia muncul juga.
“Heh... Tia apa sih salah aku sampe-sampe kamu lakuin semua ini sama aku?” aku melampiaskan semua kekesalanku.
“Kamu gak salah apa-apa kok” jawabnya santai.
“Kalo aku gak punya salah terus kenapa kamu ganguin aku dan buat semua anak-anak jadi ikutan ngejekin aku? dan yang lebih parah kamu selalu ngejek aku tiap hari!”
“Loh... bukannya itu fakta ya...? jadi menurut aku kamu gak perlu marah kayak gini”
“Ia, aku akuin semua itu bener. Tapi setidaknya kamu tau kalo berita itu tersebar itu akan membuat aku sangat MALU!”
“Aku niatnya Cuma bercanda doang gak ada maksud buat bikin kamu malu dan aku selalu ngejek kamu karena kamu selalu cuek sama aku. aku penasaran sama kamu yang lebih suka menyendiri dan gak akrab sama temen-temen sekelas. Kamu lebih suka main sama geng kamu aja” jelasnya.
“Terus kalo aku mainnya sama temen geng aku doang apa urusannya sama kamu?”
“Gak ada sih...” Tia menundukan kepalanya.
“Apa maksud kamu lakuin semua ini? JUJUR!” tanya ku. Tia hanya mampu terdiam.
“Jawab Tia, kamu punya mulutkan? Apa maksud kamu lakuin semua ini?”
 “Hmmm.... aku Cuma pengen temenan sama kamu”
“Ok, aku gak mau temenan sama kamu! Kamu udah denger jawaban dari akukan, sekarang mending kamu pergi dan gak usah gangguin aku lagi!” ucapku. Tia langsung berlari meninggalkanku. Aku langsung menjemput adikku dan pulang kerumah.
Sesampainya dirumah kenapa aku kepikiran sama kata-kata aku tadi ya? Apa ucapanku terlalu sadis? Apa aku melakukan hal yang salah? Pertanyaan-pertanyaan itu menghantui pikiranku.
***
Pagi ini aku berangkat sekolah dengan rasa yang bahagia karena aku yakin Tia pasti gak akan berani lagi ngejek aku. aku berjalan menuju kelas dengan langkah yang santai dan bahagia dan dugaanku benar Tia gak ngejek aku lagi. Bel tanda masuk udah bunyi tapi si Tia kok belum keliatan juga ya? Dia kemana ya? Apa dia sakit hati sama omonga aku yang kemarin dan gak masuk sekolah gara-gara gak mau ketemu aku ya? Atau jangan-jangan dia sakit? Aku ingin tau jawab dari pertanyaanku.
Sudah tiga hari Tia gak masuk sekolah, kata guru Tia sakit. “Apa dia sakit karena aku ya?” pertanyaan muncul dibenakku lagi. Aku jadi khawatir. Tapi kenapa perasaan aku jadi gak tentu gini ya? Apa karena aku ngerasa bersalah kali ya? Pertanyaan yang membuatku bingung sampai-sampai tanpa ku sadari aku termenung di bawah pohon dan mamah sudah berada dibelakangku.
“Kamu lagi ngapain disini?”
“Mamah, ngagetin aja sih” aku sedikit kesal.
“Kayaknya kamu lagi ada masalah, kamu ceritain aja kemamah siapa tau mamah bisa bantu” tawaran mamah menggiurkan. “Mamahkan cwek jadi dia pasti tau perasaan Tia kayak gimana” pikirku dan akhirnya aku mencritakan semua tentang Tia dan aku.
“Mending kamu datng aja kerumahnya terus minta maaf. Ya... walaupun dia duluan yang salah tapi dia punya niat yang baik kok, lagian kamu juga salah. Ardi, dia gak meminta berlian atau emas kekamu dia Cuma mau berteman aja gak lebih. Jadi masa kamu gak bisa ngabulin permintaan dia” saran mamah.
Setelah aku pikir-pikir mamah ada benernya juga sih. Dengan memberanikan diri akhirnya  aku pergi  kerumah Tia dan meminta maaf (mesipun aku masih sebel sama dia tapi terpaksa deh soalnya aku kangen juga sama dia).
“Ngapain kamu kesini?” tanya Tia dengan jutek.
“Aku kesini mau minta maaf sama kamu, aku tau aku salah. Lagian kamu juga sih pengen temenan tapi pake cara yang buat aku sebel hmmm... yang ada aku bukannya suka tapi benci sama kamu”
“Kalo kamu benci sama aku mending kamu pergi aja dari sini” Tia mengusirku. (aduh... ini anak gak ngerti juga ya kalo aku mau temenan sama dia, tapi aku gak tau harus ngomong apa) pikirku.
“Hmmm.... ok, aku punya salah sama kamu dan kamu juga punya salah sama aku jadi kedudukan kita seri. Hhmmm.... jadi, kita mulai dari awal aja dan lupain semua yang udah terjadi”
“Ada angin apa kamu ngomong kaya gitu?” pertanyaan yang gak aku harapkan akirnya terlontar dari mulut Tia. Apa yang harus aku jawab? Masa aku harus jujur kalo semenjak gak ada dia aku jadi kangen sama dia dan karena rasa kangen itu akhirnya tumbuh benih-benih cinta. gengsi banget aku harus ngomong gitu! “Hmmm... aku Cuma bercanda kok. Jadi mulai sekarang kita berteman” Tia tersenyum padaku dan akhirna akupu tersenyum lega juga.
Sekarang aku berteman dengan Tia dan rasa benci yang aku rasakan berubah jadi Cinta. Tapi aku gak mau ngakuin semua perasaan aku karena aku gak mau merusak persahabatan kita yang baru aja terjalin. Biar semua berjalan seperti air megalir dan saat tibawaktunya nanti aku akan mengatakan perasaanku yang sesungguhnya.

                            Nama: Suslia Dwi Ati S.E
                             Kelas : XB